• Jum. Okt 23rd, 2026

Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama

Bandar Lampung – d-actual.id

Universitas Bandar Lampung (UBL) mencatatkan tonggak bersejarah dalam perjalanan pengembangan pendidikan tingginya. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, UBL meluluskan tujuh Doktor Manajemen dalam prosesi Wisuda ke-76 Periode Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar pada Kamis (22/10/2026), di Convention Hall Mahligai Agung, Kampus Pascasarjana UBL.

Momentum bersejarah tersebut menjadi semakin istimewa karena merupakan bagian dari pengukuhan 539 lulusan, yang terdiri atas 330 lulusan program sarjana, 202 lulusan program magister, dan tujuh lulusan program doktor. Kehadiran tujuh doktor perdana ini sekaligus menandai babak baru perjalanan akademik UBL dalam memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia unggul, inovasi, dan pembangunan daerah.

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kelulusan tujuh Doktor Manajemen pertama tersebut bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bagian penting dari sejarah perkembangan institusi. “Saudara bukan hanya menjadi lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah Universitas Bandar Lampung,” pesan Rektor.

Menurut Yusuf, keberhasilan menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertinggi membawa konsekuensi berupa tanggung jawab intelektual dan moral yang semakin besar. Para doktor diharapkan tidak hanya memiliki kedalaman keilmuan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan baru, membangun pemikiran kritis, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Gelar Doktor membawa tanggung jawab untuk menjaga integritas keilmuan, menghasilkan pemikiran baru, dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan solusi terhadap persoalan organisasi, masyarakat, daerah, dan bangsa,” tegasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan doktoral tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Lebih jauh, para lulusan diharapkan mampu menerjemahkan pengetahuan, hasil penelitian, dan kapasitas intelektualnya menjadi kontribusi nyata, terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan organisasi, perkembangan teknologi, dinamika dunia usaha, serta tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Bagi UBL, lahirnya tujuh Doktor Manajemen pertama juga menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi kelembagaan menuju visi To Be a World Class Entrepreneurial University. Visi tersebut menempatkan perguruan tinggi bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi, pencipta solusi, dan penghasil nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam pandangan Yusuf, konsep entrepreneurial tidak semata-mata dimaknai sebagai aktivitas kewirausahaan atau kemampuan membangun bisnis. Konsep tersebut memiliki makna yang lebih luas, yakni kemampuan untuk membaca peluang, mengambil inisiatif, menghadirkan inovasi, serta menciptakan solusi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu, keberadaan lulusan doktor diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem keilmuan yang semakin produktif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. Para lulusan juga diharapkan menjadi penggerak perubahan di lingkungan profesi dan organisasi masing-masing melalui penerapan ilmu pengetahuan, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan berbasis riset.

Prosesi Wisuda ke-76 UBL tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan Administrasi Lampung (YAL), Dra. Hj. Sri Hayati Barusman, bersama jajaran pengurus yayasan selaku badan hukum penyelenggara UBL. (*/RS)

2