• Sab. Mei 2nd, 2026

Dorong Deteksi Dini Thalassemia, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Bandar Lampung – d-actual.id

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka Simposium dan Pendidikan Multidisiplin Hematologi Onkologi Dasar (Sriwijaya Homebase II) di Ballroom Emersia Hotel, Bandar Lampung, Jumat (30/5/2025).

Dalam sambutannya, Jihan menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam menanggulangi penyakit genetik seperti Thalassemia melalui pendekatan pencegahan, kolaborasi multidisipliner, serta pemanfaatan inovasi medis.

Ia menyoroti pentingnya sinergi antara tenaga medis, peneliti, pemerintah, dan sektor swasta untuk menurunkan beban penyakit hematologi, khususnya Thalassemia, yang berdampak besar terhadap sistem kesehatan dan anggaran negara.

“Pemerintah pusat mengalokasikan lebih dari Rp1 triliun per tahun hanya untuk menangani Thalassemia. Ini menandakan bahwa pendekatan kuratif tidak lagi cukup. Kita harus fokus pada upaya preventif,” tegasnya.

Data terbaru mencatat lebih dari 165 pasien Thalassemia menjalani perawatan rutin di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Menurut Jihan, angka ini bisa ditekan dengan deteksi dini dan intervensi terhadap pembawa sifat (carrier) Thalassemia.

“Tantangan kita adalah bagaimana mencegah agar para carrier tidak melahirkan anak dengan Thalassemia mayor,” ujarnya.

Jihan juga mengajak para peserta simposium, termasuk para ahli hematologi, onkologi, dan pengambil kebijakan, untuk merumuskan strategi yang bisa diterjemahkan menjadi kebijakan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya dukungan ilmiah agar intervensi yang diambil bersifat efektif dan berkelanjutan.

“Simposium ini bukan hanya ajang berbagi pengetahuan, tapi juga sejalan dengan komitmen kami dalam transformasi sektor kesehatan untuk menciptakan SDM yang sehat dan produktif,” katanya.

Lebih lanjut, Jihan menyampaikan bahwa Pemprov Lampung tengah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk membangun RSUD baru, yaitu RSUD KH Muhammad Thohir di Kabupaten Pesisir Barat, sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan.

“Ini bagian dari komitmen kami agar setiap warga Lampung mendapat layanan kesehatan berkualitas,” tegasnya.

Sebagai wujud kolaborasi lintas sektor, Pemprov Lampung juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan RS SSCR (Stemcell and Cancer Research) pada 9 Mei 2025 di Kota Semarang. Kerja sama ini mencakup rencana pembukaan laboratorium satelit di Lampung untuk layanan terapi stem cell, secretome, dan penanganan kanker.

Wagub Jihan berharap simposium ini menghasilkan rekomendasi aplikatif bagi pelayanan kesehatan di daerah.

“Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, rumah sakit, dan sektor swasta, saya yakin kita bisa mempercepat kemajuan layanan kesehatan dan menjadikan Lampung sebagai pusat pengembangan layanan unggulan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Simposium ini diharapkan menjadi forum berkelanjutan untuk memperkuat kapabilitas tenaga medis dan melahirkan kebijakan yang berpihak pada pasien serta masa depan sistem kesehatan nasional, khususnya di bidang hematologi dan onkologi. (*/RS)