Bandar Lampung – d-actual.id
Ketua DPW PKS Lampung sekaligus Dewan Pembina Gema Keadilan Lampung, H. Ade Utami Ibnu, S.E., M.M., menyampaikan pesan tegas kepada jajaran pengurus DPW Gema Keadilan Provinsi Lampung yang baru dilantik, Minggu (1/11/2026).
Dalam pelantikan yang berlangsung di Gedung Balai Keratun, Kompleks Pemerintah Provinsi Lampung, Ade mengingatkan agar Gema Keadilan tidak menjadi organisasi yang hanya mengandalkan kedekatan dengan pimpinan, tetapi harus benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setelah Gema Keadilan dilantik, jangan sampai isinya kader jenggot atau kader yang hanya menempel dengan pimpinan,” tegas Ade dalam sambutannya.
Menurut Ade, kader Gema Keadilan harus memiliki akar sosial yang kuat, terus mengembangkan kapasitas diri, dan mampu menghadirkan karya yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mengibaratkan kader ideal seperti pohon yang tumbuh kokoh dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Kader Gema Keadilan harus seperti pohon, yang mengakar ke bawah, tumbuh ke atas, daunnya meneduhkan, dan buahnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Filosofi tersebut, menurut pesan yang disampaikannya, menegaskan pentingnya kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi kepemimpinan. Kader tidak cukup hanya aktif dalam struktur organisasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat.
Ade juga mendorong generasi muda untuk berani menghadirkan gagasan dan terobosan baru.
“Kader Gema Keadilan harus berdampak. Pemuda harus memiliki terobosan-terobosan baru di masyarakat. Apa pun jika niatnya baik dan dilakukan dengan baik, Allah akan meridai,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Gema Keadilan sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PKS, H. Rahmat Saleh, S.Farm., M.IP., menekankan pentingnya keterbukaan organisasi dalam membangun kolaborasi lintas kelompok pemuda.
Menurut Rahmat, Gema Keadilan harus menjadi ruang pemersatu yang terbuka bagi siapa saja, meskipun memiliki perbedaan latar belakang dan pandangan keagamaan, selama memiliki komitmen kebangsaan yang sama.
“Gema Keadilan harus memiliki arah gerak dan visi yang jelas untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua DPW Gema Keadilan Lampung, Julhaidir, S.M., menyatakan bahwa amanah kepengurusan baru akan diterjemahkan melalui tiga gerakan utama, yakni Gerakan Kepemimpinan, Gerakan Pemberdayaan, dan Gerakan Pelayanan.
“Pelantikan bukan sekadar pelantikan. Kita sedang mengambil tanggung jawab sebuah amanah. Bukan hanya nama yang ada pada kertas, tetapi harus ada gema-gema kebaikan yang kita wujudkan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Achmad Saefulloh, S.H., M.H., yang mewakili Gubernur Lampung, turut menyampaikan harapan agar Gema Keadilan mengambil peran strategis dalam melahirkan pemimpin muda yang jujur dan bersih.
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pengurus PKS, unsur Forkopimda, perwakilan TNI-Polri, anggota DPRD Fraksi PKS, serta organisasi kepemudaan se-Lampung.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan organisasi kepemudaan tidak semata diukur dari banyaknya pengurus atau kegiatan, melainkan dari seberapa besar kontribusi yang mampu dihadirkan bagi masyarakat. (*/RS)
